Mahluk
hidup seluler baik yang bersel tunggal (unicellular) maupun yang bersel banyak
(multicellular) berdasarkan pada beberapa sifatnya, antara lain ada tidaknya
system endomembran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan
sel eukariotik.
Sel
prokariotik, merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga
sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran,
tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik
terdapat pada bakteri dan ganggang biru.
Sedangkan
sel eukariotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel
eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada sel
ini, sitoplasma memiliki berbagai jenis organel seperti antara lain: badan
Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas (kuhusus pada tumbuhan),
mitokondria, badan mikro, dan lisosom.
A. Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik
Bakteri
merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik.
Mahluk
hidup seluler baik yang bersel tunggal (unicellular) maupun yang bersel banyak
(multicellular) berdasarkan pada beberapa sifatnya, antara lain ada tidaknya
system endomembran, dikelompokkan dalam dua tipe sel, yaitu sel prokariotik dan
sel eukariotik.
Sel
prokariotik, merupakan tipe sel yang tidak memiliki sistem endomembran sehingga
sel tipe ini memiliki materi inti yang tidak dibatasi oleh sistem membran,
tidak memiliki organel yang dibatasi oleh sistem membran. Sel prokariotik
terdapat pada bakteri dan ganggang biru.
Sedangkan
sel eukariotik merupakan tipe sel yang memiliki sistem endomembran. Pada sel
eukariotik, inti tampak jelas karena dibatasi oleh sistem membran. Pada sel
ini, sitoplasma memiliki berbagai jenis organel seperti antara lain: badan
Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas (kuhusus pada tumbuhan),
mitokondria, badan mikro, dan lisosom.
A. Struktur dan Fungsi Sel Prokariotik
Bakteri
merupakan salah satu contoh organisme yang memiliki sel tipe prokariotik.

Gambar 1. Struktur umum sel prokariotik
terdiri dari kapsul, dinding sel (membran luar dan peptidoglikan merupakan
anggota karbohidrat), membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom dan
nukleoid.
Bagian
luar sel bakteri terdiri dari: kapsula, dinding sel, dan membran plasma.
Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa lendir yang berfungsi untuk
melindungi sel. Bahan kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Dinding sel
terdiri dari berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam
anorganik serta berbagai asam amino.
Fungsi
dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi.
Sedangkan membran dalam merupakan bagian bahan seperti karbohidrat, protein,
dan beberapa garam anorganik serta berbagai asam amino. Berdasarkan struktur
dinding selnya bakteri dikelompokkan menjadi bakteri Gram negatif dan Gram
positif
Fungsi
dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi.
Sedangkan membran dalam merupakan bagian penutup yang paling dalam. Membran
plasma bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa dengan
fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa daerah membran plasma
membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk
respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konyugasi. Beberapa bakteri
memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung villi
yang berfungsi untuk melekatkan diri. Sitoplasma merupakan bagian dalam sel
bakteri. Sitoplasma berbentuk koloid yang agak padat yang mengandung
butiran-butiran protein, glikogen, lemak dan berbagai jenis bahan lainnya. Pada
sitoplasma sel bakteri tidak ditemukan organel-organel yang memiliki sistem
endomembran seperti badan Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas,
mitokondria, badan mikro, dan lisosom. Sedangkan ribosom banyak ditemukan pada
sitoplasma bakteri.

Struktur
dinding bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Bandingkan komponen
utama dinding sel kedua jenis bakteri, bagaimana letak peptidoglikan pada kedua
bakteri tersebut. Peptidoglikan inilah yang membedakan hasil pewarnaan Gram
yang berbeda pada kedua bakteri tersebut. (Sumber : Campbell et al.,
2000)
B.
Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik
Sel
eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel tipe ini secara
struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya. Organel tersebut
memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan
berperan penting untuk menyokong fungsi sel. Organisme yang memiliki tipe sel
ini antara lain hewan, tumbuhan, dan jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler.
Tipe sel eukariotik pada tumbuhan
sedikit berbeda dengan pada hewan. Pada sel hewan, pada bagian luar sel tidak
ditemukan adanya dinding sel, sebaliknya pada tumbuhan dan jamur ditemukan
adanya dinding sel. Walaupun demikian dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara
kimiawi berbeda penyusunnya. Pada jamur didominasi oleh chitin sedangkan pada
tumbuhan selulosa. Pada tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan
pada jamur dan hewan tidak ditemukan. Selain perbedaan tersebut pada dasarnya
baik sel hewan, tumbuhan, dan jamur memiliki struktur yang serupa.

Gambar 3. Sel hewan, tampak dalam gambar di atas
struktur sel hewan yang memiliki system endomembran sehingga pada sel tipe ini
ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak organel badan
Golgi (apparatus Golgi), RE (kasar dan halus), mitokondria, dan peroksisom
(bagian dari badan mikro), selain itu tampak adanya ribosom, sentriol, dan
sitoskeleton yang memiliki peran penting di dalam sel.

Gambar 4. Sel tumbuhan, tampak dalam gambar
di atas struktur sel tumbuhan yang memiliki sistem endomembran sehingga pada
sel tipe ini ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak
organel kloroplas, hanya terdapat pada tumbuhan, selain organel yang serupa
ditemukan pada sel hewan. Selain itu tampak adanya beberapa bagian sel yang
hanya dimiliki oleh tumbuhan seperti : dinding sel dan plasmodesmata.
Membran sel
Membran sel
tersusun oleh lipoprotein. Struktur umumnya dapat dilihat pada Gambar 5.
Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak
mudah terganggu oleh pengaruh dari luar

Sitoplasma
Sitoplasma
merupakan zat yang terdapat di antara inti sel dan membran plasma.
Organel-organel tersebut memiliki struktur dan fungsi masing-masing yang khas
yang membentuk satu kesatuan untuk mendukung aktivitas sel. Vakuola pada
tumbuhan berfungsi antara lain tempat penyimpanan cadangan makanan.
Retikulum
Endoplasma (RE).
Retikulum
endoplasma merupakan membrane lipoprotein pada sitoplasma yang terdapat antara
membran inti dan membran sitoplasma. Ada dua macam RE. RE ganuler (RE kasar)
bila pada permukaan membran RE ini menempel ribosom. RE halus atau non granuler
bila pada membran RE tidak ada ribosom.Fungsi organel ini memproses lebih
lanjut protein, lipid atau bahan lainnya yang akan disekresikan sehingga produk
yang dihasilkan sesuai dengan keperluannya. Dalam bentuk vesikula (gelembung)
produk dari RE ditransportasi ke badan Golgi.

Gambar 6. Retikulum endoplasma. Tampak hasil
gambar mikroskop elektron pada sisi kiri yang menunjukkan potongan RE dalam dua
dimensi. Pada dasarnya RE merupakan struktur tertutup dari sitoplasma
Badan
Golgi
Badan Golgi (bahasa Inggris:
golgi apparatus, golgi body, golgi complex atau dictyosome)
adalah organel yang dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini
dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya
ginjal.Badan Golgi berfungsi menghasilkan sekret berupa butiran getah, lisosom
primer, menyimpan protein dan enzim yang akan disekresikan. Pada sel tumbuhan
badan Golgi disebut diktiosom. Organel ini menerima bahan, diolah dan akan
disekresikan, dari RE.
Lisosom
Lisosom
terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang
lebih 500nm. Lisosom mengandung enzim yang berfungsi untuk mencernakan bahan
makanan yang masuk ke dalam sel baik secara pinositis (makanannya berupa
cairan) maupun secara fagositis (makannya berupa padat).

Ribosom
Ribosom
merupakan komponen penting di dalam sel. Ukurannya berkisar 20-25 nm. Ribosom
tersusun dari RNA dan protein, terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil.
Sub unit besar dan sub unit kecil akan bergabung bila ribosom sedang menjalankan
fungsinya yaitu sintesis protein.

Badan Mikro
Badan
mikro dibedakan dua kelas utama, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom
mengandung enzim katalase dan oksidase terdapat pada hewan dan tumbuhan.
Sedangkan glioksisom umum terdapat pada endosperm biji dan berperan dalam
perkecambahan selain mengandung katalase dan oksidase mengadung sebagian atau
seluruh enzim daur glioksilat (proses pembentukan sumber energi untuk
pertumbuhan dari lemak). Secara umum badan mikro berfungsi di dalam
mengoksidasi lemak sebagai sumber energi.
Dinding
Sel.
Dinding
sel hanya terdapat pada tumbuhan dan jamur. Fungsi dinding sel yaitu melindungi
sitoplasma dan membran sitoplasma. Pada beberapa sel tumbuhan sel yang satu
dengan sel yang lainnya dihubungkan dengan suatu celah yang disebut
plasmodesmata.
Nukleus
(Inti Sel)
Nukleus
Bagian-bagian inti sel terdiri dari membran inti, nukleoplasma (kariolimp) dan
kromosom, serta nukleolus. Membran inti memisahkan inti sel dan sitoplasma.
Membran inti terdiri atas dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu
terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya bahan kimia.
Sitoskeleton
Sitoskeleton
merupakan rangka sel. Sitoskleleton terdiri dari 3 macam yaitu : mikrotubul,
mikrofilamen, dan filamen intermediet. Mikrotubul tersusun atas dua molekul
Protein tubulin yang bergabung membentuk tabung. Fungsi mirkotubul memberikan
ketahanan terhadap tekanan pada sel, perpindahan sel (pada silia dan flagella),
pergerakan kromosom saat pembelahan sel (anafase), pergerakan organel,
membentuk sentriol pada sel hewan. Mikrofilamen merupakan filament protein kecil
yang tersusun atas dua rantai protein aktin yang terpilin menjadi satu.
Mikrofilamen memiliki fungsi memberi tegangan pada sel, mengubah bentuk sel,
kontraksi otot, aliran sitoplasma, perpindahan sel (misalnya psudopodia) dan
pembelahan sel.
C. Mitokondria
dan Kloroplas sebagai organel pembangkit energi
1.
Mitokondria
Mitokondria
hati umumnya mempunyai lebar kira-kira 0,5 – 1,0 um dan panjang kira- kira 3,0
um. Mitokondria dibatasi oleh dua membran yaitu membran luar dan membran dalam.
Struktur morfologi yang paling bervariasi adalah krista. Dalam satu sel
tertentu Krista biasanya seragam dan khas bagi sel itu. Dalam tipe-tipe sel
yang berbeda, bentuk Krista sangat berbeda. Sebagian besar mitokondria
mempunyai krista seperti lamela atau seperti tubul.

Mekanisme transkripsi dan translasi di dalam mitokondria bergantung kepada genetic inti. Bahan- bahan tertentu seperti rRNA, tRNA dan mRNA tidak bergantung kepada inti. Tetapi, protein tertentu ditentukan oleh inti seperti protein ribosom, RNA polimerase, DNA polimerase, tRNA aminoasil sintetase dan faktor- faktor sintesis protein. Fenomena yang menarik adalah bahwa mtDNA tidak dapat diekspresi dan direpllikasi tanpa bantuan inti.
2. Kloroplas
Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara
50 – 200 kloroplas. Kalau dilihat dari samping bentuknya seperti lensa dengan
satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung, datar atau cembung.

Gambar 1. Struktur umum sel prokariotik
terdiri dari kapsul, dinding sel (membran luar dan peptidoglikan merupakan
anggota karbohidrat), membran plasma, sitoplasma yang mengandung ribosom dan
nukleoid.
Bagian
luar sel bakteri terdiri dari: kapsula, dinding sel, dan membran plasma.
Kapsula yaitu bagian yang paling luar berupa lendir yang berfungsi untuk
melindungi sel. Bahan kimia pembangun kapsula adalah polisakarida. Dinding sel
terdiri dari berbagai bahan seperti karbohidrat, protein, dan beberapa garam
anorganik serta berbagai asam amino.
Fungsi
dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi.
Sedangkan membran dalam merupakan bagian bahan seperti karbohidrat, protein,
dan beberapa garam anorganik serta berbagai asam amino. Berdasarkan struktur
dinding selnya bakteri dikelompokkan menjadi bakteri Gram negatif dan Gram
positif
Fungsi
dinding sel yaitu sebagai pelindung, mengatur pertukaran zat dan reproduksi.
Sedangkan membran dalam merupakan bagian penutup yang paling dalam. Membran
plasma bakteri mengadung enzim oksida dan respirasi. Fungsinya serupa dengan
fungsi mitokondria pada sel eukariotik. Pada beberapa daerah membran plasma
membentuk lipatan ke arah dalam disebut mesosom. Fungsi mesosom yaitu untuk
respirasi dan sekresi dan menerima DNA pada saat konyugasi. Beberapa bakteri
memiliki alat gerak berupa flagel. Beberapa bakteri lainnya mengandung villi
yang berfungsi untuk melekatkan diri. Sitoplasma merupakan bagian dalam sel
bakteri. Sitoplasma berbentuk koloid yang agak padat yang mengandung
butiran-butiran protein, glikogen, lemak dan berbagai jenis bahan lainnya. Pada
sitoplasma sel bakteri tidak ditemukan organel-organel yang memiliki sistem
endomembran seperti badan Golgi, retikulum endoplasma (RE), kloroplas,
mitokondria, badan mikro, dan lisosom. Sedangkan ribosom banyak ditemukan pada
sitoplasma bakteri.

Struktur
dinding bakteri Gram positif dan bakteri Gram negatif. Bandingkan komponen
utama dinding sel kedua jenis bakteri, bagaimana letak peptidoglikan pada kedua
bakteri tersebut. Peptidoglikan inilah yang membedakan hasil pewarnaan Gram
yang berbeda pada kedua bakteri tersebut. (Sumber : Campbell et al.,
2000)
B.
Struktur dan Fungsi Sel Eukariotik
Sel
eukariotik merupakan sel yang memiliki sistem endomembran. Sel tipe ini secara
struktural memiliki sejumlah organel pada sitoplasmanya. Organel tersebut
memiliki fungsi yang sangat khas yang berkaitan satu dengan yang lainnya dan
berperan penting untuk menyokong fungsi sel. Organisme yang memiliki tipe sel
ini antara lain hewan, tumbuhan, dan jamur baik multiseluler maupun yang uniseluler.
Tipe sel eukariotik pada tumbuhan
sedikit berbeda dengan pada hewan. Pada sel hewan, pada bagian luar sel tidak
ditemukan adanya dinding sel, sebaliknya pada tumbuhan dan jamur ditemukan
adanya dinding sel. Walaupun demikian dinding sel tumbuhan dan sel jamur secara
kimiawi berbeda penyusunnya. Pada jamur didominasi oleh chitin sedangkan pada
tumbuhan selulosa. Pada tumbuhan ditemukan adanya organel kloroplas sedangkan
pada jamur dan hewan tidak ditemukan. Selain perbedaan tersebut pada dasarnya
baik sel hewan, tumbuhan, dan jamur memiliki struktur yang serupa.

Gambar 3. Sel hewan, tampak dalam gambar di atas
struktur sel hewan yang memiliki system endomembran sehingga pada sel tipe ini
ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak organel badan
Golgi (apparatus Golgi), RE (kasar dan halus), mitokondria, dan peroksisom
(bagian dari badan mikro), selain itu tampak adanya ribosom, sentriol, dan
sitoskeleton yang memiliki peran penting di dalam sel.

Gambar 4. Sel tumbuhan, tampak dalam gambar
di atas struktur sel tumbuhan yang memiliki sistem endomembran sehingga pada
sel tipe ini ditemukan berbagai organel pada sitoplasmanya. Pada gambar tampak
organel kloroplas, hanya terdapat pada tumbuhan, selain organel yang serupa
ditemukan pada sel hewan. Selain itu tampak adanya beberapa bagian sel yang
hanya dimiliki oleh tumbuhan seperti : dinding sel dan plasmodesmata.
Membran sel
Membran sel
tersusun oleh lipoprotein. Struktur umumnya dapat dilihat pada Gambar 5.
Membran sel membatasi segala kegiatan yang terjadi di dalam sel sehingga tidak
mudah terganggu oleh pengaruh dari luar

Sitoplasma
Sitoplasma
merupakan zat yang terdapat di antara inti sel dan membran plasma.
Organel-organel tersebut memiliki struktur dan fungsi masing-masing yang khas
yang membentuk satu kesatuan untuk mendukung aktivitas sel. Vakuola pada
tumbuhan berfungsi antara lain tempat penyimpanan cadangan makanan.
Retikulum
Endoplasma (RE).
Retikulum
endoplasma merupakan membrane lipoprotein pada sitoplasma yang terdapat antara
membran inti dan membran sitoplasma. Ada dua macam RE. RE ganuler (RE kasar)
bila pada permukaan membran RE ini menempel ribosom. RE halus atau non granuler
bila pada membran RE tidak ada ribosom.Fungsi organel ini memproses lebih
lanjut protein, lipid atau bahan lainnya yang akan disekresikan sehingga produk
yang dihasilkan sesuai dengan keperluannya. Dalam bentuk vesikula (gelembung)
produk dari RE ditransportasi ke badan Golgi.

Gambar 6. Retikulum endoplasma. Tampak hasil
gambar mikroskop elektron pada sisi kiri yang menunjukkan potongan RE dalam dua
dimensi. Pada dasarnya RE merupakan struktur tertutup dari sitoplasma
Badan
Golgi
Badan Golgi (bahasa Inggris:
golgi apparatus, golgi body, golgi complex atau dictyosome)
adalah organel yang dihubungkan dengan fungsi ekskresi sel, dan struktur ini
dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya biasa. Organel ini banyak
dijumpai pada organ tubuh yang melaksanakan fungsi ekskresi, misalnya
ginjal.Badan Golgi berfungsi menghasilkan sekret berupa butiran getah, lisosom
primer, menyimpan protein dan enzim yang akan disekresikan. Pada sel tumbuhan
badan Golgi disebut diktiosom. Organel ini menerima bahan, diolah dan akan
disekresikan, dari RE.
Lisosom
Lisosom
terdapat pada sel hewan, bentuknya seperti bola dan ukuran diameternya kurang
lebih 500nm. Lisosom mengandung enzim yang berfungsi untuk mencernakan bahan
makanan yang masuk ke dalam sel baik secara pinositis (makanannya berupa
cairan) maupun secara fagositis (makannya berupa padat).

Ribosom
Ribosom
merupakan komponen penting di dalam sel. Ukurannya berkisar 20-25 nm. Ribosom
tersusun dari RNA dan protein, terdiri dari sub unit besar dan sub unit kecil.
Sub unit besar dan sub unit kecil akan bergabung bila ribosom sedang menjalankan
fungsinya yaitu sintesis protein.

Badan Mikro
Badan
mikro dibedakan dua kelas utama, yaitu peroksisom dan glioksisom. Peroksisom
mengandung enzim katalase dan oksidase terdapat pada hewan dan tumbuhan.
Sedangkan glioksisom umum terdapat pada endosperm biji dan berperan dalam
perkecambahan selain mengandung katalase dan oksidase mengadung sebagian atau
seluruh enzim daur glioksilat (proses pembentukan sumber energi untuk
pertumbuhan dari lemak). Secara umum badan mikro berfungsi di dalam
mengoksidasi lemak sebagai sumber energi.
Dinding
Sel.
Dinding
sel hanya terdapat pada tumbuhan dan jamur. Fungsi dinding sel yaitu melindungi
sitoplasma dan membran sitoplasma. Pada beberapa sel tumbuhan sel yang satu
dengan sel yang lainnya dihubungkan dengan suatu celah yang disebut
plasmodesmata.
Nukleus
(Inti Sel)
Nukleus
Bagian-bagian inti sel terdiri dari membran inti, nukleoplasma (kariolimp) dan
kromosom, serta nukleolus. Membran inti memisahkan inti sel dan sitoplasma.
Membran inti terdiri atas dua lapisan membran dan pada daerah-daerah tertentu
terdapat pori-pori yang berfungsi sebagai tempat keluar masuknya bahan kimia.
Sitoskeleton
Sitoskeleton
merupakan rangka sel. Sitoskleleton terdiri dari 3 macam yaitu : mikrotubul,
mikrofilamen, dan filamen intermediet. Mikrotubul tersusun atas dua molekul
Protein tubulin yang bergabung membentuk tabung. Fungsi mirkotubul memberikan
ketahanan terhadap tekanan pada sel, perpindahan sel (pada silia dan flagella),
pergerakan kromosom saat pembelahan sel (anafase), pergerakan organel,
membentuk sentriol pada sel hewan. Mikrofilamen merupakan filament protein kecil
yang tersusun atas dua rantai protein aktin yang terpilin menjadi satu.
Mikrofilamen memiliki fungsi memberi tegangan pada sel, mengubah bentuk sel,
kontraksi otot, aliran sitoplasma, perpindahan sel (misalnya psudopodia) dan
pembelahan sel.
C. Mitokondria
dan Kloroplas sebagai organel pembangkit energi
1.
Mitokondria
Mitokondria
hati umumnya mempunyai lebar kira-kira 0,5 – 1,0 um dan panjang kira- kira 3,0
um. Mitokondria dibatasi oleh dua membran yaitu membran luar dan membran dalam.
Struktur morfologi yang paling bervariasi adalah krista. Dalam satu sel
tertentu Krista biasanya seragam dan khas bagi sel itu. Dalam tipe-tipe sel
yang berbeda, bentuk Krista sangat berbeda. Sebagian besar mitokondria
mempunyai krista seperti lamela atau seperti tubul.

Mekanisme transkripsi dan translasi di dalam mitokondria bergantung kepada genetic inti. Bahan- bahan tertentu seperti rRNA, tRNA dan mRNA tidak bergantung kepada inti. Tetapi, protein tertentu ditentukan oleh inti seperti protein ribosom, RNA polimerase, DNA polimerase, tRNA aminoasil sintetase dan faktor- faktor sintesis protein. Fenomena yang menarik adalah bahwa mtDNA tidak dapat diekspresi dan direpllikasi tanpa bantuan inti.
2. Kloroplas
Sel sebagian besar tumbuhan tinggi umumnya mengandung antara
50 – 200 kloroplas. Kalau dilihat dari samping bentuknya seperti lensa dengan
satu sisi/permukaan cembung dan permukaan lain cekung, datar atau cembung.

Tidak ada komentar:
Posting Komentar